BANDUNG, 21 April 2026 – PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL), melalui brand retail Selensia, menyelenggarakan kegiatan komunitas bertajuk Kartini Circle di Locus Work, Bandung. Mengusung tema “Ruang untuk Berani: Berani Mengakui, Mengekspresikan, dan Merawat Diri”, acara ini menjadi wadah bagi puluhan perempuan lintas generasi, mulai dari usia 21 hingga 59 tahun, untuk berefleksi dan merayakan kekuatan diri dalam balutan busana kebaya yang elegan.
Sebagai anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk yang merupakan bagian dari Bio Farma Group, SIL terus berkomitmen mendukung kesehatan masyarakat secara holistik. Kartini Circle hadir bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan jawaban atas tingginya kebutuhan perempuan modern akan ruang aman (safe space) untuk melepas beban mental di tengah tuntutan peran yang kompleks.
Acara inti dimulai dengan sesi Mental Health Talk bersama praktisi psikolog, Fainna Safitri. Dalam sesi ini, peserta diajak melakukan eksplorasi emosi untuk berani mengakui kerentanan sebagai bagian dari kekuatan. Sesi ini menekankan bahwa merawat diri (self-care) bukanlah sebuah kemewahan atau tindakan egois, melainkan investasi mendasar untuk produktivitas dan kebahagiaan jangka panjang.
Suasana diskusi dibangun secara intim dan hangat, didukung oleh penggunaan aromaterapi dari Selensia Essential Oil yang memenuhi ruangan. Aroma esensial yang digunakan dirancang secara khusus untuk menstimulasi sistem limbik pada otak, membantu menurunkan tingkat stres, serta memberikan rasa nyaman dan fokus selama acara berlangsung.
Direktur Utama PT Sinkona Indonesia Lestari, Wisnu Sucahyo, memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Perempuan Indonesia saat ini menghadapi tantangan zaman yang sangat dinamis. Seperti Kartini yang menyalakan cahaya dari dalam, Selensia melalui Kartini Circle mengajak setiap perempuan kembali pada kekuatan alaminya, yaitu pribadi yang tenang, utuh, dan penuh makna. Kami ingin memastikan bahwa setiap perempuan merasa didengar dan didukung melalui ekosistem yang sehat,” ungkapnya.
Melengkapi sesi diskusi, Kartini Circle menghadirkan aktivitas kreatif melukis tote bag. Aktivitas ini berfungsi sebagai media katarsis atau art therapy, di mana peserta dapat mengekspresikan sisi artistik dan personal mereka secara bebas di atas kanvas. Penggunaan kebaya oleh seluruh peserta memberikan sentuhan historis yang kuat, melambangkan bahwa semangat perjuangan Kartini tetap hidup dan beradaptasi dengan cara yang kontemporer.
Acara ini menjadi bukti bahwa semangat Kartini di masa kini tidak hanya tentang emansipasi di ruang publik, tetapi juga keberanian untuk mencintai dan menjaga kesejahteraan diri sendiri. Selensia berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang kreatif serupa yang memberdayakan perempuan agar dapat terus bersinar dan memberikan dampak positif bagi lingkungannya dengan hati yang tenang dan utuh.






